Imbas Dari Kasus Penggelapan Pajak, Aset Neymar Disita Pengadilan Brasil

Neymar mendapatkan sanksi dari otoritas pemerintah Brasil terkait dengan masalah penggelapan pajak yang saat ini sedang dialaminya. Kini aset Neymar berupa jet pribadi, yacht, serta beberapa properti milik penyerang Barcelona itu dibekukan.

Pengadilan federal di Sao Paulo memutuskan dan telah mengeluarkan surat perintah untuk melakukan pembekuan aset milik Neymar senilai USD 50 juta atau sekitar Rp 667,555 miliar.

Neymar's Jet

Neymar’s Jet

Keputusan tersebut adalah imbas dari kasus penggelapan pajak oleh Neymar. Tahun lalu, Neymar beserta keluarganya dan rekan bisnisnya dinyatakan bersalah atas penggelapan pajak di Brasil senilai USD 16 juta atau setara dengan Rp 13,6 miliar paa tahun 2011 hingga 2013. Namun Neymar bersikeras jika dia tidak bersalah.

Pada bulan September tahun 2015, pihak pengadilan telah membekukan beberapa aset milik Neymar. Media-media di Brasil melaporkan jika banding rekan Lionel Messi tersebut ditolak oleh pihak pengadilan.

Selanjutnya, pada Januari 2016, Neymar dan ayahnya, Neymar Sr. dilaporkan diwajibkan membayar sebesar 100 ribu euro sebagai denda karena tidak mau membayar pajak dalam kurun waktu 2007-2008.

Seorang audit di pengadilan federal Brasil yang bernama Iagaro Jung Martins mengatakan jika Neymar tidak akan dimasukkan ke penjara jika dia tidak bersedia membayar apa yang telah menjadi kewajibannya.

“Neymar masih bisa melakukan banding, tapi itu hanyalah langkah lanjutan. Yang sudah dijatuhkan tidak akan ada yang berubah. Jika dia membayar denda yang telah dijatuhkan kepadanya maka kasus akan ditutup. Undang-undang kami tidak terlalu keras,” ungkap Martin.

Dalam masalah yang berbeda, Neymar juga disidang di Spanyol pada awal bulan ini terkait dengan masalah transfernya dari FC Santos ke Barcelona pada musim panas tahun 2013.