Inter Milan Harus Rela Terima Konsekuensi Kesalahan Mereka Sendiri

Inter Milan sempat menjadi penguasa klasemen sementara Liga Italia Serie A pada paruh pertama musim ini, namun sekarang mereka hanya tiket Liga Champions. Menurut Geoffrey Kondogbia, timnya harus membayar mahal atas kesalahan-kesalahan yang mereka lakukan.

Hingga pekan ke-18, awal bulan Januari lalu, Inter Milan masih berada di posisi puncak klasemen. Akan tetapi, dalam 13 pertandingan setelah itu, il Nerazzurri hanya menang empat kali dan kalah lima kali. Empat pertandingan lainnya berakhir dengan hasil imbang.

Beberapa hasil mengecewakan yang diperoleh La Beneamata antara lain dikalahkan Sassuolo 0 – 1, ditahan imbang tim papan bawah Carpi 1 – 1, ditaklukan AC Milan 0 – 3, bermain imbang 3 – 3 dengan tim juru kunci Hellas Verona, ditekuk Juventus 0 – 2, serta dibungkam Torino 1 – 2.

Tim besutan Roberto Mancini ini kini menempati posisi kelima dengan perolehan 55 poin dari 31 laga. Mereka tertinggal 18 poin dibawah Juventus yang berada di puncak klasemen dan delapan poin dari AS Roma yang berada di posisi ketiga atau batas akhir untuk lolos ke Liga Champions musim depan.

“Secara matematis peluang kami untuk lolos ke Liga Champions musim depan belum tertutup dan kami harus terus optimis dengan peluang yang kami punya untuk mengakhiri musim di posisi ketiga,” ucap Kondogbia.

“Sangat disayangkan kami banyak kehilangan poin pada laga-laga di mana kami seharusnya bisa meraih poin. Kami membayar mahal untuk kesalahn-kesalahan yang kami lakukan,” lanjut gelandang Inter itu.

Usaha Inter Milan untuk mendapatkan tiket lolos ke Liga Champions musim depan akan kembali diuji dalam laga kontra Frosinone dalam lanjutan Serie A, Sabtu 9 April 2016 akhir pekan ini.