Irit Belanja, Leicester Justru Raih Sukses

Leicester City sukses menjadi kuda hitam di Premier League musim ini. Tapi menariknya adalah mereka berhasil meraih kesuksesan besar walaupun tidak melakukan transfer besar-besaran. The Foxes dianggap sudah memberi pelajaran kepada klub-klub soal belanja pemain besar-besaran.

Sampai sejauh ini perjalanan Premier League musim 2015/2016, Leicester sukses menduduki posisi puncak klasemen sementara. Mereka mengumpulkan 53 poin hasil dari 26 kali pertandingan.

Pencapaian Leicester ini jauh lebih baik ketimbang Manchester United dan Chelsea yang belanja besar. Padahal, The Foxes terhitung tidak keluar uang banyak di bursa transfer dengan hanya mengeluarkan uang sebesar 35 juta poundsterling pada bursa transfer musim ini.

The Red Devils kini menduduku peringkat lima klasemen sementara dengan perolehan 41 poin. Sementara itu, The Blues ada di posisi 12 dengan perolehan 33 poin, dan bahkan sebelumnya sempat nyaris masuk ke dalam zona degradasi.

Untuk kompetisi musim ini, belanja pemain yang dilakukan oleh manajemen The Foxes adalah pembelian N’Golo Kante dan Shinji Okazaki. Kedua pemain itu didatangkan dengan harga yang relatif murah, yaitu sebesar 12,6 juta poundsterling.

Sementara di kompetisi musim lalu, pembelian Leicester City yang sukses terjadi pada Riyad Mahrez. Mahrez didatangkan dari klub Ligue 2 Prancis, Le Havre, dengan banderol haya sebesar 400 ribu poundsterling.

Kapten The Foxes, Wes Morgan, mengeluarkan pendapat mengenai begitu royalnya klub-klub dengan dukungan dana fantastis untuk mendatangkan pemain-pemain bintang yang berharga mahal. Dia mengatakan jika klub-klub besar itu sebaiknya melakukan analisis ulang.

“Beberapa tim ini harus menganalisis kembali bagaimana cara mereka mengeluarkan uang untuk berbelanja pemain. Jika Anda membelanjakan uang 100 juta poundsterling untuk pemain, belum tentu mereka akan membawa anda meraih kesuksesan.” ungkap Morgan.

“Setelah ini tim-tim itu akan melihat bagaimana cara kami mengeluarkan uang untuk belanja pemain,” imbuhnya.