Kritik Membuat Harry Kane Menjadi Penyerang Tertajam Di Liga Inggris

Kritikan di awal musim telah menguatkan mental Harry Kane. Sang pemain berkebangsaan Inggris ini sudah bertekad untuk membuktikan anggapan a one season wonder yang ditujukan kepadanya itu salah besar.

Kane menjadi pusat perhatian publik di liga Inggris musim lalu. Dia menjadi pesaing Sergio Aguero dan Diego Costa dalam perebutan top skorer Premier League. Jawaban di akhir musim menempatkan Aguero menjadi yang paling produktif dengan koleksi 26 gol. Kane ada di peringkat kedua dengan sumbangan 21 gol mengalahkan Costa yang harus puas di urutan ketiga dengan terpaut hanya satu gol.

Pemain berusia 22 tahun itu pun digadang-gadang akan semakin tajam musim ini. Namun penampilan Kane justru melempem di awal kompetisi liga Inggris musim ini.

Kane masih belum panas di awal-awal musim, dia sama sekali tidak berhasil mencetak gol dalam enam pertandingan pertama Tottenham dan hanya berhasil mencetak satu gol dalam sembilan laga perdana di liga Inggris.

Kritikan pun bertubi-tubi membajirinya dan bahkan Kane mendapatkan cap sebagai one season wonder, hanya meledak semusim kemudian melempem di musim berikutnya.

Rupanya kritikan itu membuat semangat Kane terpacu dan kemudian dia merespons dengan sangat positif. Kane melejit sebagai topskorer sementara di Premier League musim ini.

Sebuah momentum diraih oleh Kane saat Tottenham menghadapi Bournemouth 3 – 0 di White Hart Lane Stadium pada 20 Maret 2016. Dia mencatatkan diri sebagai topskorer top skorer sementara Liga Inggris dengan torehan 21 gol. Striker yang lahir di kota Chingford itu unggul dua gol atas bomber Leicester City, Jamie Vardy.

Satu gol lagi dibuatnya ketika The Lily White berhadapan dengan Liverpool akhir pekan lalu. Kini Kane sudah unggul tiga gol dari Vardy.