Kualifikasi Piala Dunia 2018 : Didier Deschamps Beri Pujian Pada Les Bleus

Tidak sebanding dalam jumlah pemain ternyata tidak menjadi penghalang timnas Prancis untuk memenangkan laga kontra timnas Inggris. Sang pelatih, yakni Didier Deschamps, pun sangat menghargai peranan para pemainnya.

Timnas Prancis bermain dengan sangat gemilang dalam laga ujicoba kualifikasi Piala Dunia 2018 kontra timnas Inggris yang dilaksanakan di Stade de France, Saint-Denis, pada Rabu (14/6/2017) dinihari WIB tadi. Tim tuan rumah sukses dengan skor akhir 3-2.

Inggris lebih dulu unggul lewat gol Harry Kane di menit-menit pertama. Akan tetapi, sebelum babak awal usai, Prancis sudah lebih dulu memegang keunggulan dengan skor 2-1 melalui sepakan dari Samuel Umtiti dan Djibril Sidibe.

Hal yang serius mulai mendera Prancis saat memasuki awal babak kedua. Pemain mereka, Raphael Varane mendapat kartu kuning kedua secara langsung karena terbukti melanggar pada pemain lawan, Dele Alli. Hal itu menjadikan Inggris diberi hadiah penalti. Harry Kane tampil sebagai penendang yang sukses menambah skor sehingga seri, 2-2.

Walau hanya bermain dengan sepuluh orang untuk babak yang kedua, Prancis justru dapat tampil dengan memukau dan berhasil menang. Ousmane Dembele menjadi bintang di laga tersebut.

” Selalu hal ini menjadi hal baik menyudahi musim dengan kesuksesan, khususnya setelah gagal melawan Swedia. Kami juga harus berlaga dengan hanya sepuluh orang, jadi saya sangat menghargai dan memuji para pemain, mereka menjadi tim Inggris yang hebat, ” papar Deschamps.

Lebih lanjut, Didier Deschamps menuturkan jika tugas mereka jadi lebih sulit kala Raphael Varane mendapat kartu merah. “ Itu adalah hal yang tidak mengenakkan untuk tim kami. Timnas ini kemudian berjuang demi kesempatan yang baik, dan mereka sudah membuktikannya, ” paparnya lagi.

Timnas Prancis awalnya gagal dengan skor 1-2 dari Swedia dalam laga kualifikasi Piala Dunia 2018. Deschamps merasa kecewa dengan hal itu. Walau tidak menampik kebahagiaannya mengalahkan timnas Inggris. Nyatanya, Didier Deschamps masih merasa menyesal dengan kekalahan yang sebelumnya.