‘Untuk MU Puncak Liga Europa Seperti Final Liga Champions 1999’

Manchester United berhadapan dengan pertandingan sangan krusial ketika berhadapan dengan Ajax di babak final ajang Liga Europa. MU diperingati dengan beberapa konsekuensi jika hingga tidak berhasil menjadi juara.

Laga antara MU berhadapan dengan Ajax bakal berlangsung pada hari Kamis (25/5/2017) dinihari WIB di Friends Arena, Stockholm. Untuk MU dengan khusus, gelar juara bakal tawarkan langkah ke arah Liga Champions pada musim berikutnya usai tidak berhasi finis di urutan 4 besar di ajang Premier League.

Legenda MU, Dwight Yorke, malah menganggap babak final ini sama pentingnya seperti babak final Liga Champions tahun 1999. Waktu itu, ‘Setan Merah’ berusaha untuk raih trofi terakhir untuk wujudkan treble winner berhadapan dengan Bayern Munich.

“Laga ini sama halnya dengan babak final tahun 1999, namun untuk alasan yang beda. Pada waktu tersebut kami membangun sejarah, usahakan sesuatu yang masih belum pernah diperbuat oleh banyak orang di klub yang sebelumnya,” ucap Yorke.

“Namun lewat soal menaruh sejumlah landasan dan kemajuan ke depan untuk klub yang masih belum berbuat apa-apa di ajang Liga Champions sedari 3 musim. Maka ini amat penting.”

MU berada di bawah ke 6 di bawah Tottenham Hotspur [2], Manchester City [3], Liverpool [4], dan Arsenal [5]. Nama pun dijadikan taruhan MU ditambah usai Spurs, yang menjadi kekuatan yang baru pada peta sepakbola Inggris, dan juga Liverpool sang rival tersulitpun dapat melewati kasta paling tinggi ajang antarklub Eropa.

“Melihat para tim seperti Liverpool dan Spurs ada di ajang Liga Champions dan tidak hanya Manchester United yang bakal jadi sebuah tekanan besar untuk klub. Mereka tidak berhasil di ajang Premier League dan saat ini ialah laga yang sangat krusial untuk United,” sambung Yorke.

“Krusialnya pertandingan ini lebih dibanding hal yang lain sebab bakal tentukan klub untuk merekrut para pemain paling oke dan hal tersebut ialah sesuatu yang harus mereka perbuat. United telah menjalani 4 musim dengan tak raih liga dan untuk klub dengan standar seperti mereka, ini tak sedikitpun dapat diterima karena lewat dana yang telah dibeli pada musim ini, ketidak berhasilan ke Liga Champions bakal terasa amat pahit.”