Van Gaal Tolak Belgia Cuma untuk Membalas MU

Louis van Gaal terlihat amat dendam pada bekas klubnya, Manchester United. Van Gaal hingga tidak ingin melatih Belgia supaya MU terus membayar pesangonnya.

Pelatih Belanda tersebut harus keluar dari Old Trafford selang 2 musim dari 3 musim kesepakatan awal. Kesuksesan Van Gaal membawa MU menjadi juara di Piala FA 2016, yang pertama dalam 12 tahun tak dapat membuat dirinya terhindar dari pemecatan.

Cuma beberapa pekan kemudian, MU lekas memilih Jose Mourinho sebagai pengganti Van Gaal. Sementara pria yang berumur 66 tahun tersebut pernah masuk dalam bursa pelatih Belgia yang ditinggal Marc Wilmots, sebelum pada akhirnya tempat tersebut diisi Roberto Martinez.

Karena Van Gaal tak akan raih pesangon penuh kalau ia melatih tim lain. Pilihan untuk tidak menerima Belgia, sepertinya sekarang ini disesali oleh Van Gaal.

“Bakal amat luar biasa jika saya jadi pelatih tim nasional Belgia, namun pada waktu tersebut saya amat sakit hati dan dendam sampai saya lewatkan pekerjaan tersebut,” ucap Van Gaal.

“Hal tersebut merupakan hal yang bodoh, sungguh, sebab dari nilai olahraga seharusnya menjadi prioritas. Harusnya menjadi hal yang paling krusial. Namun seperti itulah saya melihat di banyak hal. Tak terus tentang uang. Hal tersebut semata karena ingin membalas dendam.”

“Saya turuti insting saya, bukan rasional. Saya hanya perlu hadapi itu. Sampai saat ini saya adalah seorang manajer yang berhasil. Maka saya tidak ingin membuat dunia sepakbola kecewa. Saya miliki banyak waktu-waktu yang baik,” sambung Van Gaal.

Hingga sekarang ini Van Gaal masih belum lagi menjadi pelatih. Baru-baru ini, Van Gaal akui bakal terima penawaran menjadi pelatih di klub Inggris agar dapat membalas dendam pada MU.