Wenger Sebut Liverpool Tidak Mudah Ditebak

Arsene Wenger sebutkan salah satu rintangan berhadapan dengan Liverpool ialah garis serangnya yang tidak mudah ditebak. Liverpool dapat tampil dengan banyak sistem di depan.

Arsenal bakal menjadi tuan rumah berhadapan dengan Liverpool pada hari Sabtu (23/12/2017) dinihari WIB di lanjutan Premier League di Emirates Stadium. Partai ini menjadi peluang The Gunners balas hasil negatif dengan skor telak 0-4 di Anfield pada pertemuan pertama pada buran Agustus kemarin.

Liverpool diakui Wenger simpan rintangan tersendiri. Skuat yang di besut oleh Juergen Klopp tersebut dapat memainkan garis serang dengan susunan yang beda-beda, sampai bikin lawan kerepotan dalam lakukan antisipasi.

Pola 3 pemain penyerang memang amat banyak digunakan Liverpool selama musim ini, dengan Mohamed Salah dan Sadio Mane mengapit Roberto Firmino. Namun ada beberapa bola lain yang telah mereka gunakan.

Contohnya, Firmino jadi ujung tombak disokong Salah di garis kedua. Keduanya unggul serangan lewat pola 3-5-1-1. Atau menggunakan sistem 4-2-2-2, dengan Salah dan Firmino ditopang Mane dan Alex Oxlade-Chamberlain.

Ini masih belum termasuk kalau Klopp tampilkan ‘Fab-Four’ sekaligus, yaitu Firmino disokong Mane, Salah, dan Philippe Coutinho. Fleksibilitas garis serang Liverpool ini yang dikatakan Wenger harus diantisipasi dengan oke.

“Saya yakin kalau Liverpool amat baik lewat lakukan serangan, maka Anda harus tampil bertahan yang bagus dengan menyeluruh. Saya perlu analisis tersebut dengan oke dan Anda perlu sedikit menebak-nebak siapa yang bakal tampil,” imbuh Wenger.

“Gabungannya tidak terus sama, bergantung dengan personel mereka. Mereka miliki banyak pemain penyerang dan melihat mereka belum lama ini, mereka telah sering merubah tim menjadi tidak mudah untuk ditebak.”

“Kenyataan kalau kami dapat sesuaikan dengan kedua sistem maka nanti bakal bergantung dengan saya untuk ambil keputusan. Apakah kami bakal tampil lewat pola 4, 3, atau 5 pemain bek. Saya miliki waktu untuk pikirkan hal tersebut,” sambung dia.

Liverpool adalah tim yang amat banyak mengubah starternya di ajang Premier League musim ini, dengan rata-rata 4 perubahan tiap laga.