Real Madrid Akan Kesulitan Hadapi Barcelona di Laga El Clasico

Real Madrid Akan Kesulitan Hadapi Barcelona di Laga El Clasico – Real Madrid sedang dalam perform jelek mendekati EL Clasico hadapi pesaing kekal mereka, Barcelona. Pasukan Zinedine Zidane dalam pertandingan paling akhir di Liga Champions 2020-2021, kalah atas wakil Shakhtar Donetsk dengan score 3-2 di Stadion Alfredo Di Stefano.

Sekarang, mereka harus melawat ke Stadion Camp Nou, tempat Barcelona dalam kelanjutan La Liga Spanyol 2020-2021. Pertandingan akan berjalan di Sabtu 24 Oktober 2020 jam 21.00 WIB.

5 Penyebab Real Madrid Akan Kesulitan Hadapi Barcelona di Laga El Clasico

Real Madrid Akan Kesulitan Hadapi Barcelona di Laga El Clasico

Madrid tiba ke kandang Barca dengan posisi jadi juara bertahan La Liga musim kemarin. Sesaat Blaugrana—julukan Barcelona—menjamunya dengan kemampuan baru yang dipegang pelatih Ronald Koeman. Los Balncos—julukan Real Madrid—diprediksi akan kesusahan menaklukkan pesaing abadinya itu. Diantaranya, skema gempuran yang gampang bisa dibaca. Berikut 5 fakta kenapa Madrid susah menaklukkan Barcelona dalam tanding El Clasico musim ini menyadur Sportskeeda:

5. Real Madrid Dalam Perform Jelek

Sebelumnya ditaklukkan Shakhtar Donetsk, mereka telah dikalahkan terlebih dahulu sama Cadiz. Kekalahan itu bahkan juga berlangsung di kandang sesaat mereka, Stadion Alfredo Di Stefano.
Dengan 2 kekalahan di kandang, membuat tim sang Putih, kurang optimis. Tetapi, mentalitas pemain Madrid bisa berbeda waktu hadapi Barcelona, apa lagi di kandang musuh mereka.

BACA JUGA: Cara Menang Togel 4 Angka Di Pasaran Singapore

4. Pertahanan Rawan

Raphael Varane serta Sergio Ramos ialah duet unggulan Madrid, Mereka mebentuk benteng yang susah ditembus di musim kemarin serta bawa teamnya raih titel juara La Liga.
Tetapi, Varane sering lakukan blunder. Ketika bermain menantang Manchester City, musim kemarin, misalkan, pemain dari Prancis itu lakukan kekeliruan yang mengakibatkan teamnya luruh di set 16 besar. Begitupun waktu Madrid ditaklukkan Shakhtar Donetsk, Varane menjadi lagi bioang keladi.

Alfredo Di Stefano ada di pucuk kemampuan mereka di jantung baris belakang serta menolong membuat barisan belakang kedap air yang mengungkapkan beberapa gol. Tetapi ada sela yang nampak dalam kerja sama pertahanan yang kuat musim kemarin tersebut. Dengan mangkirnya Ramos, Eder Militao, Varane akan kesusahan jaga pertahanan Mdrid.

3. Baris Serang Tidak Oke

Dari trio serang Madrid yang mengerikan, Gareth Bale, Karim Benzema serta Cristiano Ronaldo, cuman ada 1 pemain yang masih ada. Di ialah Benzema. Namun Benzema nampak kesusahan membuat kesempatan apa lagi gol sejak ditinggalkan Ronaldo ke Juventus serta Bale ke Tottenham Hotspur.

Sesaat Eden Hazard yang bekerja memasok bole di depan, begitu gendut untuk membuat tempat kreatif di baris tengah Madrid. Ia dipandang tidak berhasil semenjak dihadirkan dari Chelsea 2019 lalu.

Madrid sebetulnya punyai Vinicius Jr. serta Marco Asensio. Kedua-duanya mempunyai keterampilan memproses bola yang canggih. Namun ketrampilan mereka tidak dapat menolong daya gedor Madrid pada musim ini.

2. Zidane Habis Inspirasi

Pelatih dari Prancis ini satu diantara yang terhebat di dunia. Ia bawa Madrid memenangkan Liga Champions tigal kali dengan berturut sampai 2017-2018. Bandar Togel Terpercaya Tetapi, di musim ini, Madrid gampang kehilangan bola di baris tengah mereka. Skema gempuran anak asuhannya di pertandingan musim ini juga mulai gampang bisa dibaca. Zidane sesperti kekurangan inspirasi mengendalikan gempuran Benzema serta mitra.

1. Barcelona Lebih Baik dari Real Madrid sekarang ini

Barcelona musim ini sudah berbeda. Ronald Koeman jadi orang yang sangat punya pengaruh dalam perombakan itu. Ia masih tetap mempunyai Lionel Messi yang awalnya malas bermain sama seperti yang umumnya. Mereka pernah alami kekalahannya dengan Getafe di La Liga. Tetapi, Messi serta kawan-kawan bangun dengan merusak Ferencvaros dengan score 5-1 di Liga Champions. Bermodalkan kemenangan, Agen Togel Online Barcelona akan melayani Madrid dengan keyakinan diri. Sedang Madrid, tiba dengan beban menanggung derita kekalahan 2x beruntun.